A Couple Who Travels Together Grows Together-JAKARTA

JAKARTA

marokoDi sebuah majalah traveling, Budget Travel, edisi Oktober 2008, kami membaca sebuah quote menarik “a couple who travels together grows together”. Wah bener banget. Cocok dengan yang kami rasakan. Aku dan istriku, Yayi selalu berusaha traveling bersama sejak tahun 1999. Kesempatannya bermacam-macam, mulai dari liburan murni, business trip sampai sekolah. Sejauh ini kami beruntung dapat mengunjungi lebih dari 20 negara dan ratusan kota.

Kita pasangan traveler yang klop dan saling melengkapi. Sementara aku tidak suka dengan urusan pesan tiket dan reservasi, Yayi malah senang mengurus semuanya. Dia suka bingung mulai packing, aku ahli mengepak baju dengan ringkas ke koper. Kalau Yayi selalu siap dengan peta dan guide book, aku selalu dengan kamera. Tentu saja ada yang berbeda. Aku suka jalan melihat alam, Yayi lebih suka melihat kota dan peradaban. Tapi di sinilah seninya traveling sebagai couple. Itinerary kami diskusikan untuk mengakomodasi interest berdua.

Pertengahan November 2008, kawanku satu almamater, Hery Azwan, tiba-tiba mem-buzz di YM. “Wah, cerita perjalanan ente di multiply kalau dibuat buku juga menarik tuh bersama foto-fotonya yang ciamik…”, katanya. Wah ide yang menarik juga.

Nah, sebagai awalnya, penggalan cerita-cerita ini kami post di blog dulu. Isinya cerita ringan perjalanan kami backpacking sebagai couple, pasangan suami istri ke berbagai belahan dunia.  Rasanya tidak banyak cerita traveling sebagai pasangan. Selain itu kami juga ingin berbagi tips traveling hemat dan ekonomis. Apalagi Yayi rajin sekali mempersiapkan setiap rencana traveling kami mulai riset, tiket, reservasi dan lainnnya, dengan prinsip ekonomis.

Dan tidak kalah pentingnya berbagi pengalaman sebagai muslim traveler. Sejauh ini kami belum menemukan blog khusus membahas bagaimana muslim bisa traveling dengan nyaman ke berbagai negara yang tidak dominan Islam. Nyaman dalam arti bisa menikmati jalan-jalan, tapi juga tidak kesulitan mencari makanan dan minuman halal, menemukan masjid atau tempat shalat dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini, kami tetap bisa menikmati traveling tanpa sulit mencari makanan halal dan tempat shalat.

Selamat menikmati dan kami tunggu komentar Anda.

salam

Fuadi dan Yayi-Nov 24, 2008

6 responses to “A Couple Who Travels Together Grows Together-JAKARTA

  1. Hi there…ini Yanti, temennya Yayi..pas kebetulan brosing di multiply nemu blog kalian ini.. apa kabar..mau dong kita di share soal travel-travel kalian yang udah banyak dan ekonomis itu…:)
    maklum kere-kere tapi hobi jalan-jalan jadi butuh advice dari yang sudah pernah tooh:)

    Cheers
    Yanti

    halo yanti, ntar aku kasih tahu sama yayi untuk share printil-printil masalah budget. yang soal ini dia yang ahlinya:)

  2. Wah, hitnya langsung naik tuh, dari 12 jadi 58…

  3. A Couple Who Travels Together Grows Together- and live togther 4 forver!
    Berbagi pengalaman perjalanan yang mengasikkan. Keasikkan yang tak pernah habis ketika dibagi. Bahkan, keasyikan itu terus bertambah asyik.
    tasirun sulaiman

  4. “a couple who travels together grows together”
    Love this quote, so inspiring..

    *ikut menyimak blognya ya kang…🙂

  5. kerenn……..
    sekarang ngebaca, ntar travelingnya…. insya Allah🙂

  6. Kapan Traveling bawa Buntut? -sekarang travelingnya kayaknya masih spt pacaran aja -berdua doank-😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s