Itinerary

Disini nanti akan kami tuliskan itinerary perjalanan yang pernah kami coba. Silakan kalau mau dicontek atau dimodifikasi. Tapi mohon bersabar, sedang dikumpulkan bahannya

1. China Trip (bagian pertama)

Perkiraan biaya yang saya tuliskan di sini adalah perkiraan biaya perjalanan kita selama 10 hari di Cina, yang mencakup Jakarta – Shanghai – Xi’an – Beijing – Jakarta

Karena sudah jauh-jauh ke Cina yang sangat luas, jika waktu dan budget memadai, saya sangat rekomen untuk pergi ke beberapa tempat sekaligus di Cina. Karena dengan begitu bisa hemat biaya pesawat. Tapi bagaimanapun tidak mungkin juga keliling Cina dalam 1 kali trip, kecuali kalau memang punya waktu traveling yang super panjang alias bisa makan bertahun-tahun J

Sebelum saya masuk ke perkiraan biaya, berikut itinerary kita selama 10 hari:

Jakarta – Shanghai

Kita dengan sengaja memilih penerbangan ataupun perjalanan dengan KA malam dari Jakarta ke Cina, karena dengan begitu kita menghemat dua hal penting: 1. Menghemat waktu day light karena untuk apa kita menghabiskan waktu terang di dalam pesawat, lebih baik waktu day light dipakai untuk jalan-jalan kan? Alasan ke-2 adalah menghemat uang, karena dengan traveling saat malam hari artinya kita juga menghemat biaya penginapan.

Sayangnya hanya sedikit pilihan penerbangan malam dari Jakarta ke Cina. Hanya dengan Garuda Indonesia dan Singapore Airlines. Sayangnya untuk harga promo SQ, yang tidak jauh beda dengan GA, SQ tidak menawarkan penerbangan malam. Tapi ada juga kekurangan GA, karena GA tidak terbang tiap hari ke Cina (Beijing dan Shanghai), maka pilihan waktu pulang dan pergi juga harus dipilih-pilih dengan cermat.

Akhirnya dengan pertimbangan ini itu, akhirnya kita (eh tidak deng, Abang sih terserah saya aja, dasar dia ”ignorant” terhadap hal yang beginian) putuskan untuk terbang dengan GA (meski artinya no personalized entertainment facilities di dalam pesawat, tapi setidaknya kita ”tenang” karena makanan yang disajikan mestinya berlabel Halal). Jadi ini kompromi yang tepat rasanya.

Berbekal riset sana sini, khususnya dari buku Lonely Planet China, saya putuskan untuk meng-explore Shanghai dalam 3 hari. Tiga hari ini termasuk hari kedatangan kita di Shanghai.

Day 1 – Shanghai

Kita mendarat di Shanghai sekitar jam 8 pagi. Setelah urusan imigrasi beres, kita langsung menuju ke Maglev Train http://www.smtdc.com/en/ . Saya penasaran seperti apa sih Maglev, karena belum pernah naik bullet train di Asia. Dengan Maglev yang berkecepatan kereta 350km/jam, Maglev membawa kami dari bandara Shanghai ke pusat kota Shanghai di daerah Pudong, hanya dalam 8 menit saja, padahal jarak yang ditempuh sekitar 30 km dan dengan harga tiket ¥40 per orang (sekitar Rp 60.000, ¥ 1 = Rp 1.500). Dari stasiun Maglev di Pudong, kita bisa pindah ke Subway, tapi kami memilih untuk melanjutkan naik taxi, karena malas angkat-angkat koper naik-turun tangga/eskalator Subway. Biaya taxi di Shanghai (dan di seluruh Cina) termasuk murah kok. Dari stasiun Maglev di Pudong, kita menyebrangi sungai Huangpu ke arah barat ke daerah Puxi dan meluncur ke hotel kita di East Nanjing Road, alias salah satu jalan tersibuk di Shanghai karena di East Nanjing Road inilah terdapat puluhan mall, yang mirip Orchard Road di Singapura tapi di sini hanya untuk pejalan kaki saja (mobil tidak boleh lewat, kecuali tram turis saja yang boleh beroperasi). Yayi

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s